Rabu, 19 Maret 2014

Beta Cinta Indonesia

Malang, Maret 2014

Kita sering mendengar Indonesia memiliki berbagai julukan seperti nusantara, negara maritim, heaven on earth, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan sejak kecil, saya sering dikenalkan dengan julukan atau nama lain dari Indonesia. Tapi rasanya julukan-julukan yang indah itu dikotori dengan berbagai permasalahan yang semakin banyak dan rumit. Miris rasanya jika melihat Indonesia saat ini. Hampir setiap hari, selalu ada pemberitaan yang menggambarkan seolah Indonesia adalah “gudangnya” permasalahan. Permasalahan yang seperti tiada henti dan tanpa penyelesaian. Permasalahan-permasalahan yang seringkali justru dibuat sendiri oleh petinggi-petinggi di Negeri ini yang membuat masyarakatnya kehilangan cinta akan tanah airnya sendiri.

Memang. Jika kita hanya melihat Indonesia dari satu sisi saja, terlebih lagi dari apa yang sering diberitakan di media-media kita akan menilai Indonesia ini  begitu buruk dengan berbagai permasalahannya. Inilah saatnya kita untuk lebih membuka mata dan memandang secara lebih bijak lagi tentang negeri kita.

Ingatkah anda ketika melihat kartu pos dengan berbagai foto objek wisata di Indonesia yang begitu cantik? Ingatkah anda ketika melihat tayangan-tayangan di televisi atau di media lain yang menggambarkan betapa mempesonanya alam Indonesia? Kaya dan indah. Begitulah kata-kata yang dapat menjelaskan tentang bagaimana Negeri seribu pesona ini. Bagaimana tidak? 17.000 lebih pulau. 34 provinsi. Dari ujung barat di Pulau Rondo sampe ujung timur di Merauke. Yang  paling utara di Pulau Miangas sampai yang paling selatan di Pulau Rote. Semua daerah di Indonesia memiliki keragamannya sendiri. Baik keragaman sumber daya alamnya, ragam budaya dan kesenian, dan kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah tersebut.

Indonesia memiliki banyak sekali tempat indah yang tersebar di ribuan pulau. Saking luasnya, barangkali kita tak akan mampu walaupun seumur hidup dihabiskan untuk mengelilingi semua wilayah di Indonesia. Saya pernah membaca Bapak Proklamator kita, Soekarno pernah mengatakan dalam pidatonya “Negeri kita kaya raya, Saudara! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia”. Kita harus tetap mengingat bahwa Indonesia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Negara lain.  Negeri ini begitu cantik dan kaya dengan keindahan alam dan ragam budayanya. Keindahan Indonesia bukan hanya sebagai pelengkap hiasan di kartu pos saja. Dengan melihat sisi lain dari Indonesia, semoga saja kita semua dapat lebih memahami bahwa negeri ini tidak hanya tentang berbagai permasalahan. Sudah sepatutnya kita bangga hidup di Nusantara.

Saya akan tetap cinta Indonesia. Terlepas dari berbagai permasalahan yang menimpa. (nx)

----------
not allowed to copy and paste without permission
copyright by ephemera blog 2014

Minggu, 23 Februari 2014

My Vision about Marriage

Jangan kaget dulu dengan judul di atas!
Kenapa saya ngambil judul itu di atas? Itu mungkin pertanyaan yang klise bagi para pembaca setia (if any :D) atau kepoers atau blog walkers yang menyempatkan waktunya untuk sekedar mampir di blog ini. Yaah jawabannya klise juga. Karena saya tiba-tiba kepikiran untuk bikin postingan yang topiknya tentang 'Menikah' :p

Sering nggak sih pas ketemu sama temen dari orangtua kita, terus temennya orangtua kita itu bilang "wah anakmu udah besar ya. bentar lagi bakal punya mantu nih" atau pertanyaan-pertanyaan lain sejenis. Nah mungkin nggak cuma saya aja yang mengalami itu. Saya yakin kalian pun pernah mengalaminya :) Pas dikasi pertanyaan sejenis itu biasanya saya sih cuma membatin aja "mau nikah gimana, pacar aja belum punya!". 

Saya nggak mau menyebut diri saya mengenaskan hanya karena tidak belum mempunyai pacar/calon suami/calon pendamping hidup/etc/blablabla. Setelah beberapa kejadian yang tidak perlu saya ceritakan disini saya berprinsip bahwa saya nggak ingin pacaran yang hanya buat main-main lagi. Saya kepinginnya ketika saya menemukan seorang pacar semoga itu memang benar-benar jodoh saya dan berakhir di hubungan pernikahan. Yah saya nggak mau sok sok woles. Jujur saja saya pernah mengalami masa-masa krisis kepercayaan diri kenapa kok saya belum dianugerahi seorang pacar/jodoh, dimana beberapa teman-teman saya bahkan ada yang udah menikah :( Secara psikologis, emang wajar kalau ada pikiran seperti itu karena memang di usia-usia saya seperti ini idealnya fokus hidup adalah untuk tujuan karier dan hubungan cinta. Tetapi setelah saya pikir-pikir lagi mungkin Allah memang masih menyimpan jodoh saya dan memang belum direstui untuk dipertemukan saat ini. 

Saya sempat ada pikiran ingin menikah di usia 23 tahun. Entah mungkin karena pada saat itu momennya bertepatan ada salah satu teman saya yg menikah dan saya ngeliat mereka duduk di pelaminan itu sepertinya suatu hal yang sangat sangat membahagiakan menurut saya. Atau mungkin juga karena terpengaruh dengan prinsip saya yg tidak ingin lagi untuk pacaran-pacaran lagi. Saya mungkin hanya membayangkan betapa enaknya punya partner hidup yang seutuhnya adalah milik saya. 

Rumah tangga itu rumit, kalau sederhana, itu rumah makan padang - Agus Kuncoro
  Pada suatu waktu saya dihadapkan dengan sebuah realita yang menunjukkan bahwa dalam pernikahan itu pasti ada kalanya ditimpa cobaannya. Namun, tinggal bagaimana pasangan itu menghadapi cobaan. Banyak sekali contoh rumah tangga yang sudah bepuluh-puluh tahun dibina namun ketika ada cobaan yang mungkin sudah mencapai titik puncaknya, pasangan tersebut justru "menyerah pada keadaan" dan memilih perceraian sebagai jalan keluarnya. Pikiran saya sedikit demi sedikit mulai terbuka bahwa memang sebuah rumah tangga itu nggak mungkin akan selalu berjalan mulus. Sebuah hubungan rumah tangga justru akan didewasakan dari pengalaman bagaimana pasangan tersebut menghadapi suatu cobaan. 

Melihat realita tersebut, pikiran saya untuk menikah muda-pun mulai menghilang. Saya ingat cerita salah satu dosen saya yang bahkan hingga usia 30 tahunan belum juga menikah. Dosen saya mengatakan "Saya sekarang memang sendirian namun saya sudah cukup bahagia dengan kehidupan yang saya miliki. Saya tidak tahu apakah ketika saya menikah nanti saya akan lebih bahagia atau bagaimana". Kalo menruut teorinya Maslow, mungkin dosen saya memang telah mencapai aktualisasi dirinya sampai-sampai ia mungkin menomorakhirkan urusan menikah. 

Bulan Januari lalu, kebetulan kakak sepupu saya baru saja menikah. Saya mengobrol dengan kakak sepupu saya itu. Dia sempat nyeletuk "wah bentar lagi nyusul ini kamu!" dan saya hanya menimpalinya dengan ketawa kecil. Kakak sepupu saya lalu bertanya "target nikah usia berapa dek?". Lalu saya jawab "aduh nggak tau mas. pengennya masih seneng-seneng dulu". Mas saya menimpali "kamu umur berapa se sekarang?" "20 mas" "Kalo cewek tuh idealnya yah 23-24-25 lah. Ntar lulus kuliah mau sekolah lagi?" "Insyaalah iya pengen lanjut lagi." Lalu saya pun cerita tentang dosen sy yang telah mencapai aktualisasi dirinya itu. Mas saya komentarnya seperti ini:

"Waaa kalo aku sih nggak setuju. Soalnya apa? Walaupun dia udah bahagia dengan keadaannya sekarang, mau gimanapun dia akan butuh seorang pendamping. Kan kita hidup juga bakalan jadi tua. Sementara saudara-saudara atau temen-temen kita juga akan bertambah tua dan bakalan punya kehidupan masing-masing dengan pasangannya. Kalo udah kayak begitu terus kita kalo ga punya pasangan hidup mau sama siapa?! Emang mau jd kesepian. Apalagi kalo buat cewek. Usia diatas 30 tahun itu sebenarnya juga udah rentan. Apalagi kan kalo pengen punya anak usia-usia 30 tahun ke atas itu rawan banget. Kalo menurutku sih ya gapapa nyenengin diri sendiri dulu tapi urusan nikah juga jangan dilupain."

OH MY GOD, HE'S SUCH A GENIUS MAN!!!!! :( Dia membuka pikiran saya. 

Be Careful of What You Wish For
Saya sekarang 20 tahun. Saya masih memiliki banyak sekali mimpi-mimpi yang belum saya raih. Saya masih ingin jalan-jalan, saya masih ingin lanjut sekolah, saya ingin membahagiakan orangtua saya, saya ingin mencapai titik puncak aktualisasi diri saya, and saya pun ingin bertemu dengan partner hidup saya dan membina rumah tangga. Saya tak tahu kapan waktunya Allah mempertemukan saya dengan jodoh saya. Namun ketika waktu itu datang, saya yakin itulah yang terbaik yang Allah berikan pada jalan hidup saya. Saya akan siap secara lahir batin ketika Allah telah memberi restunya untuk saya. Pada prinsipnya saya akan menikah ketika Allah sudah 'memberi restu' bahwa memang inilah waktunya dan saya telah siap secara psikis dan yang tak kalah terpenting adalah secara finansial :)

----------
not allowed to copy and paste without permission
copyright by ephemera blog 2014

Senin, 03 Februari 2014

Imma Happy Traveler! :)

Beberapa waktu lalu sekitar bulan Desember 2013 Ibuk bilang ke aku kalau ada kompetisi blog dari Lenong Rumpi Kopitiam Resto Malang yang temanya tentang review makanan Indonesia. Dari pamfletnya aku cukup excited  untuk ikutan karena berhasil teriming-imingi oleh hadiah yang bakal didapat yaitu sunrise tour ke Bromo. Lumayan kan bisa traveling gratisan :p Masalahnya entah kenapa pada saat itu agak males-malesan untuk posting. Yang ada di pikiranku cuma bayangin rasanya ntar pas menang. Dasar sifatnya manusia maunya langsung dapet enak tanpa ada usaha :| Sampai pada H-1 deadline posting blog akhirnya ku bikin postingan juga untuk kompetisi ini. Ini dia nih postingan review makanan Indonesia yang berhasil membawaku tour gratisan ke Bromo. Haha :D 

Saat itu bertepatan tahun baru, aku lagi ada di Jogja. Pagi-pagi tanggal 1 Januari iseng kubuka twitternya @lenongrumpiRI karena kebetulan pengumuman untuk pemenang kompetisi blognya pas tanggal 31 Desember. Nah mungkin rejeki aku kali yaa, aku jadi salah satu dari 3 pemenang kompetisi blog itu dan dapet hadiah sunrise tour ke Bromo :D Alhamdulillah. Rejeki di awal tahun 2014. Semoga kedepannya makin banyak 'rejeki tak terduga' untuk saya ya. Amiin :)

Kalau dipikir-pikir lagi memang kayaknya Desember-Januari ini adalah bulan-bulan aku untuk bepergian ya. Sejak liburan semester dimulai ke Tulungagung, akhir tahun di Jogja, pertengahan januari semingguan di Jakarta, dan ini akhir Januari ke Bromo. Wehehe. Beberapa komentar dari teman-teman saya: ada yang bilang "duh jalan-jalan terus!", "duh enak banget traveling terus", "enak rek jadi nixie", and bla bla bla. Oke persilahkan saya untuk berkomentar ya. Menurut saya traveling itu tentang moment. Kalo momentnya pas dan istilahnya 'direstui Allah' ya kamu akan bisa jalan-jalan terus. Terkait juga sama yang tentang ke Bromo, komentar saya adalah jaman kayak gini internet jangan cuma dibuat buka twitter, fesbuk, dan sosmed-sosmed lainnya. Banyak-banyaklah cari info tentang kompetisi atau apapun yang sesuai sama passionmu dong. Kalo aku sendiri memang suka blogging, dan sedang 'merintis' jadi traveler biar nggak cuma jadi 'traveler wannabe' tapi juga jadi 'the real traveler ;) . Ya aku cari info-info yang berhubungan dengan passionku itu. Hehehe :p

Dan akhirnya inti dari postingan ini adalah report trip ke Bromo kemarin. Yap! aku berangkat ke Bromonya tanggal 1 Februari tengah malam. Yang membuat saya lebih excited selain karena dapet gratisan adalah ini bisa dibilang adalah pengalaman pertamaku solo traveling! Hehehe. Berangkat sendiri tanpa bersama orang-orang dekat yang sudah dikenal. Alhamdulillah sama orangtua diijinkan. Wahaha :D But, solo traveling was not all that bad kok. Pada akhirnya, aku dapet 3 teman baru dari Balikpapan. Lumayan kan bisa nambah link kalau suatu hari nanti traveling ke Balikpapan atau daerah Kalimantan ada yang bisa jadi guide, yang pastinya gretongan :D Pengen banget kapan-kapan solo traveling lagi ke suatu tempat. Semoga tak terhalang ijin oleh orangtua :D

Straight to the point aja. Nih foto selama 'liburan gratisan' kemarin :D 















 







Nggak ketinggalan juga videonya. Nih!!! Kurang lengkap apa coba postingan ini. All to celebrate my happiness, recently haha :p



Moral of this story:
1. Always take the chance in front of you! Take it or you will lose some 'great plan' that Allah has made for us if you let that chance away.
2.Stop working, or anything that spend your time the most, and then GO Traveling!
3. Stop thinking that traveling is must always going somewhere with your bestfriends or someone who have recognize you. You can be a solo traveler. Believe me, solo traveling is not all that bad. You can meet new friends, and would have a great experience :D

Semoga postingan ini bermanfaat untuk aku, kamu dan kita semua. Azzeg :D
Wassalam!


----------------------

not allowed to copy and paste without permission
copyright by ephemera blog 2014

Kamis, 09 Januari 2014

Another Story From Jogja














Story Behind Year-End Holiday 2013

Tahun 2013 baru aja berakhir dan aku pengen bilang WELCOME 2014! semoga di tahun yang baru ini kita semakin jadi manusia yang lebih baik lagi. Mumpung masih awal-awal tahun nih biar keburu nggak basi aku pengen ngeshare tentang year-end holidayku kemarin. Nah! Liburan kali ini ternyata masih di kota yang sama seperti liburan akhir tahun 2012 yang lalu yaitu ke..... JOGJA!! Nggak usah nyebut akhir tahun 2012 deh, bahkan liburan semester 2 tepatnya bulan Juni 2013 kemarin aku juga baru aja ke Jogja sama temen-temen kuliah. Hmmm.... Mungkin yang terlintas di pikiran sekarang adalah apa aku nggak bosen gitu ya ke Jogja terus?! Aku sih mikirnya juga gitu kok Jogja terus ya. Tapi entah kenapa buat aku Jogja punya daya tarik tersendiri dan sangat spesial. Saking obsessed-nya aku sama Jogja ini aku ngerasa bahwa jodohku ini ada di Jogja tapi gatau siapa. Hahahaha :D 

Liburan kali ini beda dengan tahun kemarin. Kalau tahun kemarin cuma 3 hari 2 malam dan bawa mobil. Itupun yang sehari buat perjalanan, dan pas hari ketiga paginya udah cabut balik ke Malang lagi. Kalau sekarang emang udah direncanakan bahwa liburannya sok-sokan ala backpacker, naik kereta dan diputuskan berangkat tanggal 30 Desember 2013 pulang tanggal 2 Januari Malem. Jadi malam tahun baruannya di Jogja :D

Awalnya mau beli tiket kereta yang paling murah (ekonomi) malioboro ekspress seharga 90 rebu. Tapi ternyata untuk berangkatnya udah habis dan sisa yang eksekutif 170rb. Dan si Bos (re: Ibuk) bilang yaudah gapapa berangkatnya eksekutif baru pulangnya dapet ekonomi cuma 90 rb. Buat hotel pun juga yaah sesuai rencana awal lah. Maunya emang cari yang di sekitaran malioboro atau pokoknya yang murah lah. Tapi berhubung high season hotel-hotel yang biasanya hanya berkisar 150-200rb permalem itu berubah jadi 300rb. Astaghfirullah! Setelah telpon beberapa hotel yang kayaknya pas akhirnya diputuskanlah booking di hotel daerah malioboro namanya Hotel Larashati. Sumpah ini hotel recomended abis! Letaknya di belakang Malioboro Mall persis yaitu di gang Sosrokusuman. Pas masuk hotelnya feels like home sekali loh. 





Hari 1: 30 Desember 2013
Akhirnya hari keberangkatan tiba. Berangkat tanpa membawa satu koperpun, semua bawa tas ransel sendiri-sendiri tak terkecuali Rara :D Setelah sampai di Stasiun Tugu karena kita adalah seorang backpacker :p ga boleh manja. Jadi diputuskan dari Stasiun Tugu ke hotelnya jalan kaki. hahahahaha. Seru banget nih! bawa ransel gede sambil jalan menyusuri  toko-toko di Malioboro. Wihiii ada sensasi tersendiri dan ga akan pernah terlupa :D Hari-hari berikutnya pun juga sama. Kita emang sengaja nggak sewa mobil pas disana. Buat akomodasi ya kita ngandelin kaki, transjogja, andong, becak. Tapi mayoritas ya jalan kaki sih :D

Hari 2: 31 Desember 2013
Pagi hari kedua diawali dengan sarapan pecel di pinggir jalan malioboro, jalan kaki ke benteng vredeburg, alun-alun utara, keraton liat gamelan show, bahkan sampe taman sari pun pake jalan kaki. Capek sih tapi dengan jalan kaki jadi tahu lebih deket lagi dan tahu lebih detail suasana di Jogja. Habis dari tamansari kejebak hujan dan akhirnya "break the rules" balik ke seputaran Malioboro naik becak. Hari ini memang sengaja jadi agak cupu pulang ke hotelnya agak sorean buat istirahat karena kita niat ntar malem tahun baruan mau keluar liat fireworks. 

Hari 3: 1 Januari 2014! It's beginning of 2014!
Karena dari kemarin emang mau niat naik trans jogja akhirnya habis sarapan di depan pasar Beringharjo langsung ke shelter depan benteng. Tujuannya adalah ke Monumen Jogja Kembali. Di sana sampe jam 12an lalu kita bingung mau kemana lagi. Akhirnya dputuskan naik trans jogja lagi turun di daerah Kota Baru karena pengen lihat suasana jaman londo. Fyi, Kota Baru itu adlah salah 1 daerah di Jogja yang bangunannya emang masih kayak jaman-jaman belanda walaupun sekarang udah bangunan itu udah dialihfungsikan jadi sekolah/kantor-kantor. Tapi sayangnya kita kebablasan sampe arah Gembiraloka. Hedehhh! Mana pas hari itu jalanan di Jogja juga agak-agak hectic macet karena banyak jalan ditutup kebarengan sama adiknya Sultan meninggal. Yasudahlah akhirnya turun di halte Jokteng Wetan (Pojok Benteng Wetan) terus ke Malioboronya naik andong. 
Pas mau Magrib nih aku sama Rara jalan ke Malioboro Mall berdua buat nonton.... Hello Kitty Christmas Festival! Agak random sih yang ini. Soalnya disana pun juga cuma foto-foto bentar terus beli JCO terus balik lagi ke hotel. Hahaha. Dan malemnya aku berdua aja sama Ibuk jalan ke Malioboro cari-cari sesuatu yang bisa dibeli. Tetep naluri perempuannya keluar :D

Hari 4: 2 Januari 2014. Last day in Jogja!
Hari terakhir di Jogja :( Karena jadwal kereta balik ke Malangnya masih malam jadi habis check out pagi-pagi, tas dititipin di resepsionis dan kita ngeluyur ga jelas lagi. Awalnya mau ke pasar buku belakang Beringharjo situ. Terus si Ayah bilang ke Rara "ke Prambanan ae yuk Ra?". Kalo Rara sih iya-iya aja dia. Bener-bener liburan tak terencana. Akhirnya hajar ke Prambanan naik transjogja lagi. Pas di depan loket tiket tertarik sama paket wisata ke Prambanan+Ratu Boko. Harga tiketnya 45ribu udah sekalian tiket PP prambanan-ratu bokonya. yah akhirnya karena emang belum pernah ke Ratu Boko sebelumnya jadi ya beli tiket yang paket itu. 
Pas di Ratu Boko suasananya aga serem. Tapi sumpah bagus banget! Ratu Boko ini tempatnya di atas bukit langsung menghadap ke Gunung Semeru, kelihatan Prambanannya, dan sawah-sawah yang hijau itu juga kelihatan. jadi kalo kesana pas sunset/sunrise wah dijamin bakal speechless. Sooner or later i will post the view from Ratu Boko. Sabar yaah!
Sebenarnya ada beberapa part sih setelah dari Ratu Boko ini, tapi nggak perlu aku ceritain deh karena intinya adalah keliling cari oleh-oleh lagi :D 
Nasib nggak punya kamar karena udah check out, aku dan keluarga istirahat tidur-tiduran di masjid Gede sambil nungguin magrib. kasian ya! :D Dan pada akhirnya liburan ini selesai! :(( Sedih rsanya ninggalin kota istimewa ini. Semoga bisa pergi kesana lagi dan bisa mengunjungi banyak sekali destinasi yang aku pengen banget kukunjungi.

See ya Jogja!

-----------
not allowed to copy and paste without permission
copyright by ephemera blog 2014